Entri Populer
-
PERLENGKAPAN, PERBEKALAN & PACKING BAGI PECINTA ALAM I. DEFINISI Keberhasilan suatu kegiatan di alam bebas, salah satunya ditentukan o...
-
MATERI NAVIGASI ( GUNUNG HUTAN ) A. IMMP (Ilmu Medan dan Membaca Peta) Ilmu Medan dan Membaca Peta (IMMP) adalah ilmu yang mempelajari t...
-
SURVIVAL GUIDE A. PENDAHULUAN Teknik hidup alam bebas merupakan suatu cara/teknik yang digunakan untuk kelangsungan hidup dialam bebas(kegi...
-
ANGGARAN DASAR FORKOP PENDAHULUAN Dengan rahmat Tuhan yang Maha Esa, Bahwa sesungguhnya alam beserta apa yang terkandung di dalamnya m...
-
Pengetahuan dasar Navigasi Darat Navigasi darat adalah ilmu praktis. Kemampuan bernavigasi dapat terasah jika ...
-
"JANGAN MENINGGALKAN APAPUN KECUALI JEJAK"... "JANGAN MEMBAKAR APAPUN KECUALI SEMANGAT".. "JANGAN MEMBUNUH APAPUN...
-
AD/ART GESPALA ANGGARAN DASAR GESPALA SMKN 3 Tanjung Selor MUKADIMAH Dengan rahmat Tuhan yang Maha Esa, Bahwa sesungguhnya alam...
-
Suara gemericik aliran Sungai Ma’iting, yang menyajikan jeram-jeram menawan di pedalaman Tana Toraja. Dengan pemandangan alamnya yang eksoti...
-
MASA PENERIMAAN SISWA BARU TAHUN PEMBELAJARAN 2011/ 2012 SMK NEGERI 3 TANJUNG SELOR PROGRAM KEAHLIAN : TEKNIK OTOMOTIF KENDARAAN RINGA...
-
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dar...
Jumat, 18 Maret 2011
Hari air Se-Dunia
Pada tanggal 20 Maret di peringati hari air se-Dunia. Air begitu berarti bagi kehidupan Makhluk hidup dan kehidupan kita. Makhluk Hidup bisa bertahan hidup seminggu bila tidak ada makanan tapi air mencukupi, dan begitu sebaliknya makhluk hidup bisa bertahan hidup cuma 3 hari bila kekurangan air. Makanya sebegitu penting dan vitalnya air bagi kehidupan. Karena sebagian besar dari Tubuh manusia adalah Air. Jadi apabila kita lihat sekarang di sekeliling kita sudah banyak Sumber air yang mulai tidak mengeluarkan air atau semakin sedikit mata air yang lancar dalam menyuplai air. Harus kita cari tahu apa penyebabnya. Diantaranya dengan adanya pembalakan hutan besar-besaran, dengan banyaknya pohon-pohon tumbang di tebangi sebagai sumber serapan untuk menyimpan air melalui Akarnya. Terus Air sungai atau kali yang tercemari dan terkontaminasi denagan kotoran dan limbah kimia atau rumah tangga, dan pemakaian air yang berlebihan. Makanya dengan momen Hari Air di Dunia pada tanggal 20 Maret ini kita lakukan beberapa cara agar masyarakat memahami dan mengetahui seberapa pentingnya air bagi kehidupan, dan jangan sampai anak cucu kita sampai tidak mengenal dan merasakan lagi namanya air yang jernih.
VISI MISI GESPALA
* VISI GESPALA
GESPALA mempunyai VISI sesuai dengan,
KODE ETIK PECINTA ALAM INDONESIA
Pecinta alam Indonesia sadar / bahwa alam beserta isinya / adalah ciptaan Tuhan YangMaha Esa //
Pecinta alam Indonesia/ sebagai bagian dari masyarakat Indonesia/ sadar akan tanggung jawab kami/ kepada Tuhan / Bangsa / dan tanah air //
Pecinta alam Indonesia sadar / bahwa pecinta alam / adalah sebagai mahkluk yang mencintai alam / sebagai anugrah yang maha esa //
* MISI GESPALA
1. Untuk menumbuhkan, memupuk, membina dan mengembangkan kecintaan terhadap alam beserta segenap isinya, sebagai pernyataan rasa cinta terhadap Tuhan sebagai pencipta, dan cinta terhadap manusia sebagai wujud cinta sesama kepada Anggota-Anggotanya.
2. Untuk mengembangkan dan membina pribadi yang luhur, mandiri,handal, ketahanan jasmani dan rohani, cekatan, cerdas, peka serta ilmu pengetahuan untuk kemanusiaan sebagai bentuk cinta terhadap diri sendiri, bangsa dan Tanah Air.
3. Untuk berprestasi dan mengangkat citra SMKN 3 Tanjung selor sebagai Almamater.
4, Bekerja sama dengan OSIS dan Organisasi Ekstrakuler di lingkungan SMKN 3 Tanjung Selor. Untuk mengangkat nama baik SMKN 3 Tanjung Selor dan untuk menciptakan suasana kondusif dan nyaman antar civitas akademis SMKN 3 Tanjung Selor.
5. Mengembangkan kerjasama dengan Organisasi Pecinta Alam maupun Badan-badan yang bergerak di bidang Lingkungan Hidup lain, untuk usaha-usaha pelestarian lingkungan, olah raga alam bebas dan Pendidikan Dan Latihan Dasar ( DIKLATSAR ). Sebagai Usaha peningkatan Kemampuan Tiap Anggota GESPALA SMKN 3 Tanjung Selor.
GESPALA mempunyai VISI sesuai dengan,
KODE ETIK PECINTA ALAM INDONESIA
Pecinta alam Indonesia sadar / bahwa alam beserta isinya / adalah ciptaan Tuhan YangMaha Esa //
Pecinta alam Indonesia/ sebagai bagian dari masyarakat Indonesia/ sadar akan tanggung jawab kami/ kepada Tuhan / Bangsa / dan tanah air //
Pecinta alam Indonesia sadar / bahwa pecinta alam / adalah sebagai mahkluk yang mencintai alam / sebagai anugrah yang maha esa //
* MISI GESPALA
1. Untuk menumbuhkan, memupuk, membina dan mengembangkan kecintaan terhadap alam beserta segenap isinya, sebagai pernyataan rasa cinta terhadap Tuhan sebagai pencipta, dan cinta terhadap manusia sebagai wujud cinta sesama kepada Anggota-Anggotanya.
2. Untuk mengembangkan dan membina pribadi yang luhur, mandiri,handal, ketahanan jasmani dan rohani, cekatan, cerdas, peka serta ilmu pengetahuan untuk kemanusiaan sebagai bentuk cinta terhadap diri sendiri, bangsa dan Tanah Air.
3. Untuk berprestasi dan mengangkat citra SMKN 3 Tanjung selor sebagai Almamater.
4, Bekerja sama dengan OSIS dan Organisasi Ekstrakuler di lingkungan SMKN 3 Tanjung Selor. Untuk mengangkat nama baik SMKN 3 Tanjung Selor dan untuk menciptakan suasana kondusif dan nyaman antar civitas akademis SMKN 3 Tanjung Selor.
5. Mengembangkan kerjasama dengan Organisasi Pecinta Alam maupun Badan-badan yang bergerak di bidang Lingkungan Hidup lain, untuk usaha-usaha pelestarian lingkungan, olah raga alam bebas dan Pendidikan Dan Latihan Dasar ( DIKLATSAR ). Sebagai Usaha peningkatan Kemampuan Tiap Anggota GESPALA SMKN 3 Tanjung Selor.
Kamis, 17 Maret 2011
Mendaki Carstensz Pyramide
| Rangkuman dari pengalaman-pengalaman dan catatan perjalanan pendaki-pendaki yang pernah ke CARSTENSZ | ||
| | ||
| Lokasi | : | Irian Jaya |
| Menuju Lokasi | : | Bagi pendaki gunung, mendaki jajaran pegunungan Jayawijaya dan Sudirman (Carstensz Pyramide), Irian Jaya, adalah impian. Betapa tidak, pada salah satu puncak pegunungan itu (Sudirman) terdapat titik tertinggi di Indonesia. Carstensz Pyramide (4.884 mdpl) menyimpan banyak keunikan dan tantangan. Bukan hanya karena puncaknya diselimuti salju tropis tetapi termasuk dalam deretan 7 (tujuh) puncak benua. |
| | ||
| Jangan heran bila pendaki-pendaki papan atas kelas dunia berlomba untuk mendaki puncak tertinggi di Australasia ini. Tak kurang dari Heinrich Harrer si pendaki yang hidupnya diperankan Brad Pitt dalam Seven Years In Tibet menjadi orang pertama yang mendaki Carstensz Pyramid. Kemudian Reinhold Messner pendaki pertama yang mencapai 14 puncak di atas 8.000 meter. Pat Morrow yang mencanangkan Carstensz Pyramid sebagai satu dari tujuh puncak di tujuh benua bumi ini. Irian itu bagian dari benua Australasia katanya. Ini mengakibat pendaki-pendaki kelas dunia berbondong-bondong mengikuti jejaknya di antaranya pendaki wanita pertama Everest Junko Tabei pernah menjamah puncak ini. Sayang, liatnya prosedur izin yang harus dimiliki, membuat banyak pendaki harus mengurungkan niatnya untuk berekspedisi. Apalagi wilayah pegunungan tengah Irian Jaya sempat tertutup untuk pendakian sejak kasus penculikan di Mapenduma 1995 – 1996. Izin Mendaki yang Rumit Di kalangan pendaki gunung di Indonesia ada satir tentang pendakian gunung di Irian Jaya. ”Lebih sulit mengurus izinnya daripada mendaki gunungnya,” keluh mereka. Izin pendakian gunung – utamanya ke Carstensz Pyramide – di Irian Jaya memang rumit dan tidak jelas. Tidak ada selembar surat izin yang sah seperti misalnya pendakian di Nepal di mana pendaki diberikan semacam paspor selembar lengkap dengan foto dan keterangan izin mendaki puncak ketinggian berapa di daerah mana. Di Nepal ketika berhasil dan bisa menyerahkan bukti pun Departemen Pariwisata yang menangani izin ini mengeluarkan surat keterangan kesuksesan pendaki. Ketidakjelasan ini – hal yang biasa terjadi selama Orde Baru – selama bertahun-tahun bertahan dengan alasan klasik, keamanan. Galih Donikara, seorang senior Wanadri menyebutkan untuk mendaki gunung ini harus memiliki rekomendasi dari kantor Menpora, Kapolri, BIA – intelejen Indonesia, Menhutbun/PKA, PT Freeport Indonesia (PTFI). Kalau mau lewat Tembagapura ditambah dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Itu semua harus diurus di Jakarta. Lalu di Jayapura, rekomendasi dari Bakorstranasda dan Kapolda harus dikantongi. Di Timika, rekomendasi EPO dan izin PTFI untuk fasilitas lintasan. ”Terakhir di Tembagapura, koordinasi dengan Emergency Response Group (ERG) untuk penanganan Emergency Procedur dan aparat Satgaspam untuk masalah keamanan lintasan,” jelas pendaki gunung yang sempat tergabung dalam ekspedisi Indonesia – Everest ’97 ini. Galih mencapai puncak Carstensz Pyramid bersama tim Cina pada awal tahun Millenium ini. Bersama beberapa pendaki sipil dan militer, mereka menggunakan rute Timika lewat Tembagapura untuk mencapai kemah induk. Jika lewat Nabire, surat dari Bakorstranasda dan Polda Irian Jaya harus dilaporkan ke Polres Paniai dan Kodim Nabire, yang keduanya ada di kota Nabire. Lalu terakhir di Ilaga, semua surat rekomendasi diberikan ke Tripika setempat (Ilaga) yaitu Polsek, Koramil dan Camat. Tapi tunggu dulu, ketiga pimpinan tersebut akan memutuskan bisa atau tidaknya pendaki meneruskan ekspedisi. Semuanya tergantung dengan situasi keamanan pada saat itu. Bila sedang tidak ada bahaya yang dapat mengancam keselamatan pendaki seperti perang suku, maka pendaki boleh segera mulai. Nah itulah daftar panjang surat rekomendasi untuk mendaki atap Indonesia itu. Rumit dan repot. | ||
| | ||
| Bambang Hertadi Mas, petualang dan pesepeda jarak jauh kawakan, sempat mengurungkan niatnya untuk berekspedisi ke puncak Carstensz Pyramide, gara-gara sulitnya mengurus izin pendakian itu. Paimo, panggilan akrab Bambang, lebih memilih memanjat Gunung Kilimanjaro, di benua Afrika untuk ekspedisi tahun 1987. ”Mending sekalian ke luar (negeri), toh ongkos dan susahnya proses perizinan relatif tidak jauh berbeda,” begitu komentar Paimo waktu itu. Sebagian besar pemandu gunung, pendaki profesional sampai kelas amatiran, harus menelan kekecewaan. Padahal menurut mereka, banyak sekali turis-turis mancanegara yang ingin menggapai salju putih di kawasan tropis. Kegamangan masalah politik bumi Cendrawasih ini juga mengganggu upaya untuk menjadikan Carstensz Pyramid dan pegunungan Sudirman sebagai tujuan wisata yang bisa jadi andalan Papua. Bagi sebagian orang, Carstensz merupakan sumber rezeki tersendiri dan punya nilai jual yang tinggi. Kelangkaan informasi tentang kedua pegunungan itu juga menjadikan minat terhadap pendakian gunung di Irian Jaya – utamanya Carstensz Pyramide – harus surut di tengah jalan. Kecuali, bagi para pendaki yang cukup dana dan pengalaman. Tak banyak buku-buku ”keluaran” negeri sendiri yang benar-benar menceritakan nikmatnya bertualang menggapai atap Indonesia itu. Paling-paling hanyalah beberapa bentuk tulisan hasil ekspedisi ke sana. Akhirnya, pendaki-pendaki lokal harus pontang-panting mencari informasi ke beberapa perkumpulan pencinta alam ternama dan berpengalaman di negeri ini. Tapi itu mungkin tidak seberapa rumit jika dibandingkan dengan mengurus perizinannya. Sampai kapan? Hanya kalian yang bias menjawabnya teman-teman. | ||
| | ||
Rabu, 16 Maret 2011
Kaktus Berjalan, Mata Rantai Evolusi Artropoda

Dugaan para ilmuwan bahwa artropoda berevolusi dari lobopodia mulai menemukan titik terang. Penemuan fosil yang diberi nama "kaktus berjalan" diharapkan menjadi jawabannya.
Sebuah fosil makhluk serupa cacing berkaki 10 yang hidup 520 juta tahun lalu diduga sebagai mata rantai penghubung dalam sejarah evolusi serangga, laba-laba, dan krustasea. Makhluk yang disebut kaktus berjalan itu termasuk dalam kelompok hewan serupa cacing yang disebut lobopodia yang diduga sebagai asal-usul artropoda.
"Penemuan kaktus berjalan sangat penting karena sebelumnya kami belum menemukan fosil yang dapat dijadikan acuan dugaan kami," kata Jianni Liu, pimpinan tim peneliti yang melakukan studi terhadap fosil tersebut. Sebelum penemuan kaktus berjalan, Diania cactiformis, seluruh anggota lobopodia memiliki tubuh dan tungkai yang lunak. Sementara hewan artropoda memiliki tubuh yang bersegmen (berbuku-buku) serta tungkai yang menyatu dan terlindungi cangkang keras.
Petunjuk evolusi artropoda hingga saat ini terdapat pada cacing beludru yang disebut-sebut sebagai satu-satunya keluarga terdekat bagi seluruh artropoda. Setelah sebelumnya sempat diduga sebagai siput, hewan yang hidup di tanah ini hampir seluruh bagian tubuhnya lunak kecuali cakar dan rahangnya.
Menurut Graham Budd, profesor paleobiologi di Uppsala University, Swedia, yang tidak terlibat dalam studi, penemuan kaktus berjalan akan mengisi sejarah evolusi diantara cacing beludru dan artropoda modern yang dalam hal jumlah maupun keragamannya merupakan kelompok hewan terbesar di bumi.
Namun ia belum yakin kaki keras pada kaktus berjalan diwariskan langsung pada hewan artropoda modern. "Misalnya, bisa saja kaktus berjalan bukan relasi dekat artropoda modern dan kaki kerasnya telah berevolusi berkali-kali. Selain itu, mungkin juga tubuh artropoda primitif mengeras sebelum kakinya," kata Budd.
Oleh karena itu, Budd mengatakan ia masih ingin melihat bukti lebih lanjut pada materi-materi fosil yang akan datang. Fosil-fosil baru, terutama yang berasal dari China, telah membantu memperjelas sejarah evolusi artropoda. Selama kurang lebih satu dekade ini, para ilmuwan telah memiliki beberapa konsensus tentang sejarah itu. (Sumber: Live Science)
Selasa, 15 Maret 2011
PERLENGKAPAN, PERBEKALAN & PACKING UNTUK SEORANG PECINTA ALAM..
PERLENGKAPAN, PERBEKALAN & PACKING BAGI PECINTA ALAM
I. DEFINISI
Keberhasilan suatu kegiatan di alam bebas, salah satunya
ditentukan oleh perlengkapan dan perbekalan yang tepat. Sebenarnya
tidak ada pengertian khusus tentang perlengkapan maupun
perbekalan, tetapi hal tersebut dibedakan dari sifat dan waktu
penggunaannya di lapangan. Biasanya perlengkapan merupakan
barang – barang yang dibawa dalam kegiatan alam bebas atau
lapangan yang tidak habis digunakan dalam satu kali penggunaan dan
dapat di digunakan kembali pada saat yang lain, karena bersifat
permanen. Perlengkapan itu sendiri lebih ditekankan kepada alat
Bantu atau perlengkapan kegiatan, perjananan dan lain - lain.
Sedangkan perbekalan adalah barang – barang yang dibawa dalam kegiatan alam bebas atau
lapangan yang mungkin habis digunakan dalam satu kali penggunaan dan tidak dapat di
digunakan kembali pada saat yang lain, karena bersifat mudah rusak atau habis setelah
digunakan. Perbekalan itu sendiri lebih ditekankan kepada bahan makanan dan minuman.
II. PERENCANAAN PERLENGKAPAN DAN PERBEKALAN
Dalam merencanakannya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :
1. Medan yang akan dituju (hutan, pegunungan, rawa, pantai, dsb).
2. Tujuan kegiatan (perjalanan, latihan , penelitian, kemanusiaan/SAR, dll).
3. Lama kegiatan.
4. Keterbatasan kemampuan fisik untuk membawanya (dianjurkan berat total yang dibawa
tidak melebihi 1/3 berat badan).
5. Hal-hal khusus (penyakit, obat-obatan, dsb).
Setelah mengetahui hal-hal tersebut, maka kita dapat memilih perlengkapan dan
perbekalan yang sesuai dan selengkap mungkin, namun dengan beban yang tidak melebihi
kemampuan kita untuk membawanya (maximum utility in minimum weight). Perhitungan berat
total untuk perorangan tidak boleh melebihi sepertiga berat badannya.
III. PEMBAGIAN PERLENGKAPAN DAN PERBEKALAN SERTA PACKING
A. PERLENGKAPAN
Dari kegiatan-kegiatan yang akan kita laksanakan di lapangan, kita dapat
mengelompokkan perlengkapan yang dibawa menjadi:
1. Perlengkapan Dasar
a. Perlengkapan Jalan
Perlengkapan minimal yang harus dibawa saat kita melaksanakan kegiatan di alam
bebas, khususnya untuk gunung dan hutan, adalah :
# Sepatu
Untuk daerah yang berbukit, gunakanlah sepatu dengan bunga
sepatu yang besar (ber-radial), bagian tumitnya mempunyai tinggi ±
1,5 cm dan solnya kuat. Sepatu jangan terlalu sempit ataupun terlalu
longgar, karena akan mengganggu kenyamanan dan membuat kaki cepat lelah.
-
# Kaus kaki
Yang perlu diperhatikan, kaus kaki ini harus dapat:
• menyerap keringat
• melindungi kulit kaki dari lecet;
• menjaga agar telapak kaki tetap dapat bernafas;
• menjaga agar kaki tetap hangat (terutama di daerah yang dingin)
Untuk keperluan tersebut, bahan kaus kaki yang terbuat dari katun atau campuran
dengan wool dan bahan asintetis lainnya cukup baik digunakan. Sesuaikanlah
ketebalan dan panjang kaus kaki dengan keperluan. Mungkin kita perlu memakai
lebih dari satu pasang kaus kaki. Yang perlu diingat adalah bahwa kaus kaki yang
kita pakai harus kering, untuk itu sesuaikanlah jumlah kaus kaki yang dibawa
dengan kondisi medan dan cuaca daerah tujuan. Dianjurkan untuk selalu
membawa kaus kaki cadangan dalam setiap perjalanan. Untuk perjalanan lama
dan menempuh daerah yang dingin, sebaiknya memakai dua lapis kaus kaki,
bagian dalam memakai kaus kaki dari bahan katun dan bagian luar dari bahan
wool.
􀂾 Celana jalan
Yang perlu diperhatikan :
• kuat dan ringan;
• comfortable (praktis, lembut dan cukup longgar/tidak mengganggu gerakan
kaki);
• terbuat dari bahan yang menyerap keringat;
• mudah kering dan bila basah tidak menambah berat.
Untuk keperluan tersebut, bahan celana yang terbuat dari katun cukup baik untuk
dipakai, tidak terlalu tebal, tahan duri dan mudah kering. Contohnya PDL militer,
celana loreng militer dan celana lapang yang terbuat dari bahan rapstock. Bahan
jeans sangat tidak dianjurkan untuk dijadikan celana lapang, karena selain berat
dan kaku, juga sukar kering kalau basah. Bahan jeans tersebut tidak melindungi
kita dari kondisi alam sekitar (karena bukan isolator yang baik untuk cuaca).
Sesuaikanlah desain celana dengan kebutuhan. Celana tanpa kantung kurang
praktis, tetapi terlalu banyak kantung pun akan merepotkan. Kantung-kantung
celana sebaiknya memakai tutup yang mudah dibuka namun aman, dan kantungkantung
tersebut harus mudah dijangkau. Ada baiknya juga apabila bagian-bagian
tertentu dari celana diperkuat, khususnya pada bagian lutut dan pantat. Jika sering
harus mengangkat lutut, sebaiknya dibuat rimpel pada jahitan celana di garis lutut,
sehingga daerah lutut agak menggembung, ini berguna agar gerakan lutut lebih
leluasa. Selain itu, pilihlah celana yang memiliki risluiting (agar mudah
membukanya bila diperlukan) serta memiliki tempat ikat pinggang yang kuat.
􀂾 Baju jalan
Baju jalan pada prisipnya sama saja dengan celana jalan, namun khusus kantungkantung
pada baju ini, jangan sampai mengganggu jika diisi atau tertekan ransel.
Untuk baju jalan ini, sebaiknya terbuat dari katun (menyerap keringat, namun
dingin) atau wool (hangat, namun sulit menyerap keringat), bertangan panjang
untuk menghindari duri dan bulu penggatal, sengatan matahari dan binatang
berbisa. Orang sering salah kaprah, untuk perjalanan pantai memakai baju tangan
pendek atau bahkan tanpa lengan. Padahal itu tidak baik, karena dapat
mengakibatkan sengatan matahari secara langsung pada kulit sehingga
merusaknya. Harus diingat pula, baju yang dikenakan haruslah kering, terutama
jika dipakai tidur. Untuk itu sangat dianjurkan untuk membawa baju cadang
􀂾 Rain coat
Karena di alam bebas sering terjadi perubahan cuaca secara tak
terduga, maka pakaian yang dibawa harus sesuai dengan keadaan
tersebut. Untuk itu rain coat atau jas hujan penting sekali untuk
dibawa. Selain berfungsi sebagai penahan air hujan, rain coat
juga dapat digunakan sebagai pakaian penahan angin.
Sebenarnya pemakaian rain coat ini tidak menjamin kita untuk tidak
basah. Idealnya pemakaian rain coat ini di-back up dengan pemakaian payung atau
ponco, karena pemakaian rain coat pada saat hujan deras dan lama akan
mengakibatkan air hujan tersebut menembus bagian dalamnya. Kemampuan rain
coat untuk menahan rembesar air sangat tergantung pada lapisan water proof-nya.
Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian rain coat ini,
agar lapisan water proof-nya tetap berfungsi baik, diantaranya :
• setelah dipakai, gantungkanlah rain coat ditempat yang teduh;
• seandainya kotor dan perlu dicuci, hindari penggunaan deterjen kuat;
• hindari membersihkan dengan sikat kasar, cukup gunakan kain basah dan
lembut;
• keringkanlah rain coat dengan cara diangin-angin ditempat yang teduh, jangan
dijemur di terik matahari;
• berilah cairan water proof pada bagian jahitan dan bagian lain yang telah
mengelupas/hilang lapisan water proof-nya.
􀂾 Ponco
Seperti halnya rain coat, ponco berfungsi sebagai penahan air. Selain itu,
digunakan sebagai perlengkapan dasar untuk membuat bivak/shelter.
􀂾 Topi lapang
Kegunaan topi lapang ini adalah ;
• melindungi kepala dari kemungkinan cedera dan duri;
• melindungi bagian kepala dari curahan hujan, terutama
kepala bagian belakang.
Topi yang dipakai haruslah kuat dan tidak mudah robek. Untuk keperluan tersebut,
terutama untuk kegiatan gunung dan hutan, dianjurkan memakai topi rimba atau
semacam topi jepang. Memakai topi yang terlalu lebar (topi koboi) sangat tidak
dianjurkan. Selain menghalangi penglihatan dan pendengaran, juga kurang praktis
karena menghalangi pergerakan. Topi jenis koboi ini, cocok kalau dipakai di
padang rumput atau daerah-daerah yang tidak terlalu banyak semaknya.
􀂾 Sarung tangan
Yang perlu diperhatikan dari sarung tangan ini, adalah :
• sebaiknya terbuat dari kulit;
• bentuknya sesuai dengan tangan;
• tidak kaku, artinya tidak menghalangi gerakan tangan.
Untuk kegiatan gunung dan hutan, kegunaannya adalah untuk melindungi tangan
dari kemungkinan cedera akibat duri, bulu penggatal, binatang berbisa dan
binatang kecil penggatal. Selain itu, ada baiknya juga membawa sarung tangan
dari wool, untuk perlindungan terhadap cuaca dingin.
􀂾 Ikat pinggang
Pilihlah ikat pinggang yang terbuat dari bahan yang kuat; dengan kepala yang tidak
terlalu besar, namun teguh. Misalnya dari kulit yang tebal namun lembut, dan dari
bahan sintetis lainnya. Ikat pinggang ini selain berguna untuk menjaga agar celana
tidak melorot, juga untuk meletakkan alat-alat yang perlu cepat dijangkau seperti
pisau pinggang, tempat air minum, tempat alat-alat P3K, dll.
􀂾 Ransel
Ketika kita memutuskan untuk melakukan perjalanan di alam terbuka, pastikan
dahulu bahwa seluruh barang yang diperlukan akan dibawa dalam satu tempat
yang kuat. Dengan ransel, berat barang yang dibawa akan terasa lebih ringan,
karena beban akan dipanggul dan ditahan pundak. Ada beberapa hal yang harus
diperhatikan dalam pemilihan ransel ini, yaitu :
• ringan
Ransel sejauh mungkin tidak merupakan beban tambahan yang berlebihan
(bayangkan bila berat ransel kosong kita sudah 5 kg), terbuat dai bahan water
proof, sehingga kalau hujan tidak akan bertambah
berat dan cukup melindungi isinya (walaupun tetap
harus diberikan perlindungan ekstra dengan
pengunaan kantung-kantung plastik terutama untuk
perlengkapan-perlengkapan yang peka : pakaian tidur,
alat tulis, makanan kering, dll).
• kuat
Harus mampu membawa beban dengan aman,
berdaya tahan tinggi, tidak mudah robek, jahitannya
tidak mudah lepas, zippernya cukup kokoh, dsb.
• sesuai dengan kebutuhan dan keadaan medan
Ransel yang dipakai haruslah sesuai dengan keadaan medan yang dihadapi.
Untuk medan gunung dan hutan, tidak dianjurkan untuk memakai ransel
dengan rangka luar (external frame), karena akan menyulitkan pergerakan jika
melewati semak. Ransel jenis tersebut cocok digunakan pada medan-medan
datar dan terbuka (salju, padang rumput, pantai).
• comfortable
Dianjurkan agar memakai ransel yang memiliki rangka. Rangka ini perlu agar
berat beban merata dan seimbang ke seluruh tubuh. Rangka ini juga membuat
kenyamanan karena adanya ventilasi antara tubuh/punggung dengan ransel.
Bagi ransel dengan rangka di dalam (internal frame), perlu ditambah dengan
bahan yang menyerap keringat pada bagian yang bersentuhan dengan
punggung. Selain rangka, bagian ransel yang perlu diperhatikan juga adalah
tali penyandang ransel dan hip belt. Tali penyandang ransel haruslah kuat,
cukup lebar, empuk dan mudah distel. Hip belt digunakan untuk mengatur agar
ransel menempel dengan baik ke tubuh, serta membantu pembagian berat
beban.
• praktis
Memiliki kantung-kantung tambahan dan ada pembagi ruang, sehingga akan
memudahkan mengambil barang-barang tertentu.
Sekarang ini banyak sekali macam ransel dengan berbagai model, ukuran, bahan
serta harga yang bervariasi. Ketelitian memilih akan banyak menentukan. Harga
yang mahal belum tentu menjamin ransel yang nyaman. Untuk itu pilihlah ransel
sesuai dengan kriteria di atas.
Untuk jenis perjalanan tertentu, ada baiknya kita melengkapi rasel
kita dengan tas tambahan atau day pack. Day pack ini akan
banyak membantu, karena memudahkan pergerakan, terutama
jika perjalanan tersebut merupakan kegiatan penelitian atau
sering melakukan perpindahan tempat.
􀂾 Peralatan navigasi
Alat navigasi yang harus dibawa minimal kompas yang masih bisa digunakan,
busur/protrektor dan peta daerah yang akan kita tuju. Peralatan navigasi ini
merupakan peralatan sangat penting yang selalu harus dibawa.
􀂾 Lampu senter
Lampu senter ini terutama digunakan bila kita melakukan perjalanan malam. Untuk
perjalanan malam ini gunakanlah lampu senter yang memakai batrey besar (2-3
batrey), jangan yang memakai terlalu banyak batrey, karena selain ukurannya
besar sehingga memakan tempat, juga karena relatif berat. Senter batrey besar ini
biasanya relatif lebih tahan lama nyalanya, jika dibanding senter batrey kecil.
Idealnya kita membawa dua buah lampu senter beserta batrey dan lampu
cadangannya. Satu untuk keperluan jalan, satu lagi (biasanya senter kecil) untuk
cadangan bila keadaan darurat,
􀂾 Survival kit
Survival kit dapat berupa tempat khusus yang berisi korek api dalam tabung, pisau
lipat, alat jahit dan benangnya, tali jerat, lilin, peluit, dan alat-alat lain yang dianggap
perlu. Idealnya kotak survival kit ini terbuat dari bahan yang kuat dan kedap air.
􀂾 PP kit
Minimal berupa obat-obatan dasar, yaitu kapas, kasa steril, plester, pembalut
gulung, kain segi tiga, alkohol, cairan anti septik, pelawan rasa sakit, penawar
racun dan obat-obatan pribadi. Semuanya disimpan dalam satu tempat yang kuat
dan kedap air, misanya tupperware.
b. Perlengkapan Tidur
Terdiri dari sleeping bag, matras, satu stel pakaian kering, kaus kaki. Semuanya harus
bisa membantu kenyamanan tidur dan menahan dingin.
c. Perlengkapan Masak, Makan dan Minum
Bawalah perlengkapan masak yang praktis,
ringan, kecil dan tidak memakan tempat serta
berfungsi banyak. Selain itu bawalah alat makan
dan minum seperlunya. Khusus tempat makan,
usahakan berupa tupperware, karena akan dapat
memberikan banyak manfaat. Juga bawalah alat
pemasak dan bahan bakar secukupnya.
Sekarang ini, sudah banyak dijual perlengkapan
masak, makan dan minum dalam satu set, merek trangia misalnya. Namun karena
harganya masih relatif mahal, kita bisa memakai nesting atau misting yang biasa
dipakai militer, serta alat-alat tambahan lainnya yang bisa dibawa dari rumah.
2. Perlengkapan Tambahan
Perlengkapan ini walaupun bukanlah hal yang teramat penting, namun ada baiknya dibawa
untuk lebih menambah kenyamanan perjalanan.
a. Putis
Putis adalah pembelat betis yang terbuat dari kain katun atau wool. Para pengembara,
pejalan kaki ataupun tentara sering memakai putis untuk menjaga otot-otot betis agar
tetap fit dalam perjalanan panjang.
b. Gaiters
Gaiters atau sarung anti pacet adalah semacam sarung setinggi lutut yang biasanya
dibuat dari kain tipis. Bagian atas (ujungnya) bertali seperti sarung bantal. Banyak
dipakai oleh pekerja kayu dan perintis jalan yang sering melewati daerah rawa atau
hutan basah yang banyak pacet atau lintahnya. Sekarang ini sudah banyak gaiters
yang dibuat oleh produsen perlengkapan lapang, yang terbuat bukan dari kain.
c. kelambu
Untuk perjalanan yang banyak melewati rawa, sungai atau daerah mangrove, ada
baiknya jika kita membawa kelambu. Bahkan untuk daerah endemik malaria dan
demam berdarah, kelambu ini merupakan perlengkapan wajib (jika kita ingin terhindar
dari penyakit tersebut). Dengan kelambu ini, kita dapat beritirahat relatif nyaman tanpa
takut digigit nyamuk, agas ataupun serangga lainnya.
d. Hamok
Hamok (hammock) atau tempat tidur gantung merupakan alat tambahan lain selain
kelambu yang idealnya kita bawa ke daearah rawa, sungai atau mangrove. Dengan
hamok ini, kita dapat beristirahat dengan nyaman tanpa kita takut menjadi kotor atau
basah. Bahkan, untuk daerah yang banyak pacetnya, hamok ini dapat memberikan
rasa aman, karena bisa menghindarkan kita dari pacet ketika beristirahat.
e. Jaket
Jaket (jacket) merupakan pakaian tebal yang digunakan untuk
melindungi tubuh dari angin dan udara dingin. Ada dua model
jaket yang biasa dipakai di lapangan, yaitu model palca dan
model anorax.
Dengan kemajuan teknologi, sekarang telah dikembangkan
jenis jaket yang water proof dan mampu mengatur sirkulasi
udara yang ada di dalamnya, sehingga pemakainya merasa lebih
nyaman. Dengan jaket jenis ini, udara dari luar (bukan angin) dapat masuk ke dalam
dan sebaliknya udara yang dari dalam bisa ke luar. Adanya sirkulasi udara tersebut,
memungkinkan tubuh tetap mendapatkan udara segar, namun kehangatannya tetap
dipertahankan. Jenis jaket tersebut umumnya terbuat dari bahan gore-tex.
f. Balaclava
Untuk daerah pegunungan atau daerah dingin, balaclava atau kupluk ini akan sangat
bermanfaat, karena dapat melindungi muka dan telinga kita dari dingin, angin dan
serangga kecil.
g. Syal
Syal, ikat leher atau kacu segi tiga banyak kegunaannya. Bisa untuk menghapus
keringat, sebagai penutup kepala/telinga/leher, serta juga bisa dimanfaatkan untuk
menutup dan membalut luka dalam P3K.
h. Payung
Ada baiknya bila kita membiasakan membawa payung ketika ke lapangan. Payung ini
selain berguna bagi perlindungan dari hujan dan panas, juga bisa kita gunakan sebagai
alat penampung air hujan bila sedang dalam kondisi survival atau sedang berada di
daerah yang susah ditemui air tawar. Ketika di dalam hutan, memang kita dianjurkan
untuk tidak memakai payung ketika berjalan, meskipun sedang hujan. Payung ini lebih
bagus kita gunakan sebagai pelindung ketika menunggu hujan. Selain itu, payung ini
pun bisa kita gunakan sebagai pelindung jemuran pada daerah yang selalu lembab
atau hujan.
i. Minyak Komando
Minyak komando ini digunakan untuk menghindarkan kaki kita dari lecet (blister).
Caranya ambil dua siung bawang merah, tumbuk dan hancurkan, lalu campurkan
secara merata dengan 2-3 sendok minyak kelapa. Balurkan minyak tersebut pada
seluruh bagian kaki hingga mata kaki, lalu gunakan kaus kaki dan sepatu yang pas.
Selain itu, minyak komando juga bisa dimanfaatkan sebagai pengganti semir untuk
melemaskan sepatu kulit yang kita pakai biar tidak kering dan kaku.
j. Pisau
Secara umum, pisau adalah alat batu bagi kita untuk
keperluan menusuk, memotong, menyayat, melempar
dan yang terpenting sebagai alat bantu untuk membuat
api. Karena pisau adalah sahabat yang sangat baik
dan berguna bagi kegiatan di alam bebas, maka pisau
yang kita bawa harus benar-benar cocok, dapat
dipercaya dan sesuai dengan kepeluan. Berdasarkan kegunaannya, pisau dapat
digolongkan menjadi dua, yaitu :
􀂾 Pisau multiguna
• Pisau bowie
Pisau yang disain oleh James Bowie yang legendaris ini, pada dasarnya
termasuk jenis fighting knife, selain sangat efektif untuk menusuk dan
memotong, juga cukup baik untuk menetak dan melempar. Kalau terbuat dari
bahan yang baik, desain pisau ini akan sangat tangguh. Bahkan, bila berat dan
ukurannya cocok, maka akan menjadi teman setia di lapangan. Karena
sifatnya, banyak jenis pisau survival yang mengambil desain dasar pisau ini.
• Pisau survival
Cikal bakal pisau ini dikembangkan dari pisau bowie. Pisau yang dikenal juga
sebagai jungle knife ini, dilengkapi dengan alat-alat survival. Seperti halnya
pisau boiwe, pisau survival ini bisa digunakan untuk menusuk, menatah,
mengerat dan melempar.
􀂾 Pisau khusus
Jenis pisau ini digunakan untuk suatu pekerjaan yang khusus. Hal ini dimaksudkan
agar mendapatkan efisiensi atas pekerjaan yang dilakukan.
• Pisau komando
Diciptakan oleh Kolonel Fairbims dan Sykes untuk keperluan tentara Inggris.
Pertama kali dipakai pada Perang Dunia II di Perang Sanghai. Pisau komando
ini adalah khas pisau lempar dan cukup baik juga sebagai penusuk, namun
kurang baik untuk menetak dan menyayat, karena akan banyak memakan
tenaga.
• Pisau pengulit
Pisau ini merupakan skinner knife, yang dikhususkan untuk menguliti binatang
buruan. Desainnya tipis dan sangat tajam (sudut mata pisau sangat kecil),
dengan ujung agak melengkung. Pisau ini baik juga untuk digunakan sebagai
peraut kayu.
• Pisau tusuk
Bentuknya yang lancip ke depan dan kokoh membuat pisau ini sangat ampuh
dan kuat untuk menusuk. Pisau ini banyak dipasang pada ujung senapan.
Yang sejenis dengan pisau ini adalah pisau sangkur.
• Pisau potong
Pisau ini lebih tepat bila disebut pisau besar, karena bentuknya lebih besar dari
pisau genggam biasa. Pisau ini memiliki bentuk yang lebih besar dan tebal
pada seluruh bagian atasnya. Ini dimaksudkan agar tekanan merata dan kuat.
Kegunaan pisau ini adalah untuk memotong, menebas, dsb. Contoh pisau
potong ini adalah golok dan pisau tebas.
Banyak sekali jenis pisau yang aneh-aneh dan memiliki kegunaan yang sangat
khusus. Namun yang perlu diperhatikan adalah :
• harus terbuat dari bahan yang dipercaya, tajam dan tidak mudah patah;
• desain dan ukurannya sesuai, enak dipegang dan dipakai;
• sarungnya aman dan enak jatuhnya;
• mudah perawatannya.
Sekarang banyak dijual berbagai macam pisau. Kita harus benar-benar
memperhatikan segi mutunya. Harga mahal belum menjamin bahwa barang-barang
tersebut bagus. Pilihlah jenis pisau dari merek yang sudah terkenal baik buatannya
(umumnya buatan Swiss atau AS cukup baik).
3. Perlengkapan Khusus
Jenis dan jumlah perlengkapan khusus yang kita bawa akan sangat tergantung pada jenis
dan lokasi kegiatan yang kita lakukan. Namun, pada umumnya orang sekarang dalam
melakukan kegiatan di alam bebas tidak terlepas dari kegiatan dokumentasi, baik dengan
kamera maupun dengan handycam. Karena kedua alat tersebut sensitif sekali pada
keadaan cuaca, serta sangat riskan pada tekanan fisik, maka kita dituntut untuk ekstra
berhati-hati. Untuk itu ada beberapa hal yang harus selalu diperhatikan apabila kita
membawa alat-alat tersebut ke lapangan, yaitu :
a. bungkuslah peralatan dokumentasi kita dengan kain kering dan lembut, untuk
menghindari pengaruh cuaca dan benturan;
b. gunakanlah dry bag yang berisi silica gel untuk menghindari air dan kelembaban;
c. pakailah tempat/tas khusus atau simpanlah di tempat yang tidak terkena beban berat
dan aman, namun mudah dijangkau bila sewaktu-waktu diperlukan;
d. untuk kegiatan yang lama, bersihkanlah peralatan tersebut secara berkala dan ada
baiknya bila kita gunakan cairan anti jamur untuk membersihkannya;
e. simpanlah film dan kaset film yang kita bawa pada tempat yang kuat, kering, kedap air
dan tidak tembus cahaya.
B. PERBEKALAN
Perbekalan (makanan dan minuman) yang kita bawa sebaiknya disesuaikan dengan
kebutuhan minimal kita. Hal ini dimaksudkan agar perbekalan tersebut tidak terlalu berlebih
sehingga menjadi beban tambahan, namun juga tidak kurang. Yang dibawa dianjurkan yang
banyak mengandung kalori serta lengkap vitamin dan mineralnya. Untuk minuman, hindari
minuman berakohol, walaupun tempat kegiatan kita nanti udaranya sangat dingin. Ada
beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih jenis perbekalan yang akan kita bawa ke
lapangan :
1. Memiliki komposisi gizi dan kalori yang cukup, serta tidak asing;
2. Terlindung dari kerusakan, tahan lama dan sederhana dalam menanganinya;
3. Sedapat mungkin siap pakai atau tidak memerlukan waktu lama dalam memasaknya, irit air
dan bahan bakar;
4. Ringan dan mudah didapatkan setiap saat.
Untuk dapat merencanakan komposisi bahan makanan agar memenuhi syarat di atas,
kita dapat mengkajinya dengan langkah-langkah sebagai berikut :
Dengan informasi yang cukup lengkap, perkirakan kondisi medan, cuaca, aktivitas tubuh yang
diperlukan dan lama waktunya. Perhitungan jumlah kalori yang dibutuhkan bisa atas dasar
perhari.
Susun daftar bahan makanan yang memenuhi syarat di atas dan kelompokkan sesuai
komposisi dominannya (karbohidrat, lemak atau protein). Hitung masing-masing kalori totalnya
(setelah siap dimakan).
Atur komposisi makanan menurut pertimbangan-pertimbangan berikut :
a. Total kebutuhan kalori perhari;
b. Perbandingan berat kalori antara karbohidrat, lemak dan protein adalah 6:3:1;
c. Harga perkalori yang sebenarnya dari setiap makanan adalah harga dari bahan makanan
tersebut sampai siap dimakan (pertimbangan ini diperlukan bila diperkirakan dapat
menghemat dana dalam jumlah yang berarti);
d. Perhitungan untuk vitamin dan mineral dilakukan terakhir, bila kurang bisa ditambahkan
vitamin dan mineral dalam bentuk suplemen.
Pengepakan paket bahan makanan sebaiknya disiapkan untuk setiap kali makan.
Catatan :
a. kandungan kalori karbohidrat (4 kal/gram), lemak (9 kal/gram) dan protein (4 kal/gram).
b. ranking tercepat menjadi kalori karbohidrat – lemak – protein
c. kebutuhan per 1000 pounds (45 kg) berat badan
􀂾 Metabolisme basal 1100 kal
􀂾 Aktivitas tubuh
• jalan kaki 2 mil/jam 45 kal
• jalan kaki 3 mil/jam 90 kal
• jalan kaki 4 mil/jam 160 kal
• memotong kayu 260 kal
• makan 20 kal
• duduk, diam 20 kal
• bongkar pasang ransel 50 kal
• menggigil 220 kal
􀂾 Specifik dinamic activity (6-8)% dari 1+2
􀂾 Total kalori yang dibutuhkan 1+2+3
C. PACKING
Efisiensi dan kenyamanan kita membawa perlengkapan dan
perbekalan dalam sebuah ransel, selain secara langsung ditentukan
oleh desain ransel, juga sangat dipengaruhi oleh cara kita mempacking
(menyusun perlengkapan dan perbekalan ke dalam ransel).
Dalam batas-batas tertentu, rangka yang dimiliki oleh sebuah ransel
akan banyak memberikan kenyamanan. Rangka ini membuat posisi
tubuh kita lebih nyaman ketika menggendong ransel. Namun
bagimanapun juga, desain ransel tersebut akan sedikit artinya apabila
kita tidak mampu mempacking dengan baik.
Yang menjadi dasar dari packing adalah keseimbangan badan. Bagaimana kita
menumpukan beban barang bawaan pada tubuh sedemikian rupa sehingga kaki dapat bekerja
secara efisien. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam packing ini, yaitu:
1. susun perlengkapan dalam ransel secara berurut dari yang terberat sampai yang teringan
dan sesuai prioritas keperluan, dari atas ke bawah;
2. letakkan perlengkapan yang paling berat di bagian teratas, dan sedekat mungkin dengan
tubuh kita;
3. letakkan barang-barang yang sewaktu-waktu diperlukan pada bagian atas atau bagian luar
ransel;
4. kelompokkan barang-barang yang dibawa ke dalam kantong-kantong plastik yang tidak
tembus air;
5. buatlah check list dan peta barang bawaan untuk mempermudah penyusunan dan
pemeriksaan kembali.
Mengingat pentingnya penyusunan perlengkapan dan perbekalan yang akan kita bawa
dalam suatu perjalanan, maka sebelum memulai kegiatan sebaiknya dibuat terlebih dahulu
sebuah check list perlengkapan dan perbekalan yang akan kita bawa. Dalam check list
tersebut, perlengkapan dan perbekalan dikelompokkan, lalu diteliti apa yang perlu atau tidak
perlu dibawa. Apabila perjalanan yang akan kita lakukan adalah perjalanan kelompok, maka
dibuat check list untuk perlengkapan dan perbekalan regu dan pribadi. Dalam perjalanan besar
dan cukup lama, perlu kita tentukan apakah perlengkapan dan perbekalan tersebut akan kita
bawa sendiri ataukah dengan memanfaatkan porter. Dan apakah semua perlengkapan dan
perbekalan tersebut akan kita bawa sejak awal ataukah kita isi secara bertahap di perjalanan,
dan sebagainya.
( Di ambil dari berbagai Sumber : Redaksi GESPALA )
Langganan:
Postingan (Atom)